Suatu ketika, ada sebuah pulau dimana semua perasaan tinggal: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan semua yang lain, termasuk Cinta. Suatu hari diumumkan kepada Perasaan bahwa pulau tersebut akan tenggelam, sehingga semua membangun perahu dan pergi kecuali Cinta.
Hanya Cinta satu-satunya yang memilih untuk tinggal di pulau itu. Cinta ingin bertahan hingga saat-saat terakhir.
Ketika pulau itu mulai tenggelam, Cinta memutuskan untuk meminta bantuan.
Kekayaan melewati Cinta dalam sebuah perahu besar. Cinta berkata, "Kekayaan, bisakah kau membawaku bersamamu?" Kekayaan menjawab, "Tidak, aku tidak bisa Ada banyak emas dan perak di perahuku. Tidak ada tempat lagi untukmu.
Cinta pun bertanya kepada Kesombongan yang melewatinya dengan kapal yang begitu indah.
"Kesombongan tolonglah aku".
"Aku tidak dapat menolongmu Cinta, kamu kelihatan basah dan dapat merusak perahuku", jawab Kesombongan.
Ketika Kesedihan mendekat Cinta pun meminta bantuan, "Kesedihan, biarkan aku ikut bersamamu".
"Oh.. Cinta, aku sedang sangat sedih dan aku butuh sendirian", jawab Kesedihan.
Kebahagiaan juga melewati Cinta begitu saja, dia terlalu bahagia hingga tidak mendengarkan ketika Cinta memanggilnya.
Tiba-tiba terdengas suara,"Ayolah Cinta, ikutlah bersamaku". Suara itu terdengar seperti suara orang tua. Namun Cinta terlalu bahagia sehingga dia tidak menyadari bahwa banyak orang tua di sana. Cinta tidak tahu orang tua mana yang mengajaknya tadi.
Cinta pun mendatangi salah seorang yang dikiranya mengajaknya tadi, dan itu adalah sang Pengetahuan. "Apakah engkau yang akan mengajakku pergi?"
"Itu bukan aku Cinta, melainkan Waktu", jawab Pengetahuan.
"Waktu?" tanya Cinta. " Tapi kenapa Waktu ingin membantu aku?"
Pengetahuan tersenyum dengan hikmat dan menjawab "Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa berharganya Cinta itu." :-p
Sabtu, 26 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar